This is my daily thoughts. It's all about my personal life, my believe, my hobby, my daily activities, mobile/wireless technology, books review, movie review, and new media design related. Mixed language using in this weblog (Indonesia/English).
category: general
google-it! | DIGG! | Del.icio.us
Pesan PASKAH 2006 - MS XVIII GPIB
Jemaat yang dikasihi Tuhan!
Paskah, adalah peristiwa iman yang sama pentingnya dengan Natal. Kalau pada Natal kita terfokus pada kedatangan sang Juru-selamat, maka pada peristiwa Paskah kita terfokus pada tindakan penyelamatan itu sendiri. Penyelamatan itu harus dibayar dengan kematian Yesus Kristus. Tapi justru penyelamatan itu menjadi pasti dengan kebangkitan Kristus. Karena itu, ‘sapaan-sorgawi’ dari tokoh tokoh sorgawi pada peristiwa Paskah sebagaimana yang diceriterakan oleh Penulis Injil Matius (28 :1 – 10) pantas menjadi perhatian kita.
Paling tidak mereka ini diwakili oleh dua pihak, yakni para malaikat dan Yesus sendiri. Sapaan sorgawi pertama, dimulai oleh para malaikat yang bertemu dengan perempuan perempuan yang datang untuk merempahi tubuh Yesus yang berbunyi: ‘jangan takut’.
Sapaan sorgawi kedua terjadi ketika para perempuan ini bertemu dengan Yesus. Yesus mulal dengan kata kata ‘salam bagimu’. Kata kata ini dalam arti aslinya sama dengan ‘bersukacitalah kamu’. Sapaan sorgawi ketiga masih dari Yesus, berbunyi: ‘jangan takut’. Jadi paskah sebagai peristiwa iman ditandai oleh sapaan sapaan sorgawi jangan takut, bersukacitalah, jangan takut!.
Sapaan sapaan ini mengandung makna yang dalam. Dibalik ungkapan ungkapan sederhana ini ada pengumuman yang gamblang. Jangan takut, karena Kristus telah mendamaikan kita dengan Allah. Bersukacitalah karena dengan mengorbankan tubuh dan darahNya sendiri hubungan antara kita dengan Allah dipulihkan. Maka dalam ungkapan ‘jangan takut’ dan ‘salam bagimu’ terkandung makna pendamaian dan pemulihan.
Membangun masa depan dengan semangat pendamaian dan permulihan dalam Yesus Kristus adalah membangun masasdepan dalam semangat Paskah. Itulah tema pelayanan kita di GPIB tahun 2006/2007. Tema ini akan merupakan slogan kosong kalau tidak kita isi dengan kegiatan kegiatan sebagai persekutuan, dan dengan perilaku keseharian sebagai pribadi. Masyarakat kita sedang ‘sakit’ diseluruh bidang kehidupan. Dari bidang ekonomi sampai bidang moral. Dalam hal hal material sampal hal hal spiritual.
Perayaan Paskah dalam kondisi seperti ini mengharuskan kita menyikapi sebuah panggilan. Panggilan untuk menjadi agen pendamaian. Damai dengan Allah, damai dengan diri sendiri, damai dengan sesama dan dengan demikian menjadi pendamai bagi sesama. Paskah juga sekaligus sebuah panggilan untuk menjadi agen pemulihan. Agar yang lemah menjadi kuat, yang sakit menjadi sembuh, yang rusak jadi baik, yang pudar jadi segar. Hal hal ini memang wajar kalau dimulai dari diri dan dan kalangan sendiri. Akan tetapi harus jelas bahwa jangkauannya adalah jangkauan mondial, dalam arti lintas budaya dan agama, bahkan teritorial.
Adalah penting bagi kita untuk mengingat kembali bahwa kebangkitan Yesus Kristus bukanlah jaminan keselamatan bagi orang Kristen dan Gereja saja. Jaminan keselarnatan itu ditawarkan bagi seluruh alam,pada segala abad dan pada segala tempat.
Maka mari kita berlomba dalam hal mendamaikan. Mari berlomba dalam hal memulihkan. Sebab dengan cara itu dunia akan tahu bahwa kita setia pada jejak yang dicontohkan oleh Yesus Kristus, Tuhan yang bangkit itu.
Selamat Paskah. Tuhan memberkati!
Majelis Sinode XVIII
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat